Diberdayakan oleh Blogger.

CAR AUDIO INDONESIA

‘TAMU TAK DIUNDANG’
Mau bikin suara bagus, unsur di luar instalasi audio wajib juga mendapat prioritas utama

Foto: Rahmat
Beberapa bulan lalu, saya mendengar tatanan suara di sebuah Toyota Kijang 2000 milik kastemer seorang instalatur, tiba-tiba terasa ada suara bergetar, imbasnya nada bas terdengar ganjil. Dengan kepekaan telinga tinggi, instalatur tersebut mengatakan bahwa itu disebabkan oleh salah satu pengunci kaca mekanik yang kendor. Setelah dicek ternyata, itulah penyebabnya. Nah, kalau hanya gangguan kecil itu dapat merusak kualitas suara, bagaimana mengatasi ‘tamu tak diundang’ lainnya?.
Menurut Nico, bos gerai audio Berlin, jalan RS. Fatmawati Jakarta Selatan untuk mengatasi gangguan suara, batasan akustik kabin mesti dipahami. Akustik mobil meliputi bagian paling belakang mobil sampai depan kabin. “Jadi kalau mau bikin suara bagus semua bagian di mobil mesti diperhatikan,” ungkap instalatur vegetarian ini.
**************
Per pintu kendor, pengunci mekanik pintu longgar, dudukan kaca tak rigid, jok bunyi menderit, dudukan dashboard patah, dan lainnya merupakan gangguan suara yang kerap timbul diakibatkan kondisi mobil. Kalau hal sepele ini dibiarkan akan sulit membuat sistem audio berkualitas optimal. “Seorang instalatur yang baik mesti memperhatikan kondisi mobil, “ tukas Nico.
Berkaitan pula dengan kondisi kabin, untuk memerangi vibrasi dinding berbahan pelat besi dapat dilakukan dengan penggunaan peredam. Namun menurut pengalaman Asiong, instalatur TOP Audio, Jakarta Barat untuk pemasangan peredam di pintu jangan lebih dari 60% dari luas pintu. Tujuan peredam dapat meminimalisir suara mesin, namun jangan membuat ruang akustik menjadi mati alias terlalu senyap. “Padahal suara itu butuh gema,” ungkap instalatur bertubuh ramping ini.
*************
Selanjutnya, permasalahan di panel pintu bukan sekadar membuat dudukan speaker dengan tebal dan kokoh, plastik penguncinya perlu diperhatikan. Menurut Djo Ka Tje, instalatur audio Creative Audio Design, Daan Mogot, Jakarta Barat, jika ingin membuka panel pintu, usahakan klem dari plastik jangan sampai patah. “Kalau satu tak terpasang dapat menimbulkan vibrasi, apalagi mobil sering berguncang,” ungkap penyuka tenis meja ini. Bahkan menurut Ka Tje, instalatur di Amerika mewajibkan untuk mengganti klem pengunci dalam kondisi rusak atau tidak, ketika akan memasang kembali panel pintu.
Berikutnya, jika sistem audio dilengkapi dengan kosmetik beberapa hal mesti diperhatikan. Tujuannya, jangan sampai kosmetik bagus dan enak malah merusak suara. Pengalaman Ka Tje mengajarkan, untuk membuat kosmetik, ia mengikuti standar yang ditetapkan IASCA. Semisal, untuk membuat kosmetik mesti dibuat sekuat mungkin agar ketika mobil berjalan tak ada baut kendor. “Padahal kalau salah ada baut kendor, akan timbul bunyi kletek..tek. Terutama jika menggunakan kosmetik kaca atau akrilik,” tambah instalatur dengan dua anak ini.
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
KONUS SPEAKER

RINGAN DAN RIGID


Konus enteng dan rigid merupakan poin penting menilai kulaitas speaker. Enteng atau ringan ini berguna agar gerakannya dapat gesit. Sedangkan rigid kemapuan speaker tetap prima walau mendapat stress tinggi. “Strees tinggi dikarenakan volumenya juga tinggi,” kata Justinus, bos Tritala Audio. Ciri fisiknya kinerja konus di masing-masing permukaan enggak singkron sehingga timbul suara sember.
Material penyusun konus menjadi hal penting buat menciptakan warna suara. Di pasaran ada speaker berkonus magnesium, alumunium, polypropylene, keramik berrylium, dan kertas dicoating. “Paling banyak dipakai polypropylene. Ringan dan dapat menyesuaikan dengan kondisi mobil,” tukas pria yang berkantor di Cideng, Jakarta Pusat.
Khusus buat konus kertas memang banyak orang yang menyukai karakter suaranya. Utamnya buat penyuka home audio. Namun buat di mobil kalau hanya mengandalkan kertas saja ternyata dapat pengaruhi kualitas suara. “Kalau kertas temperaturnya dingin bisa lembab dan suarnya jadi kurang gesit. Makanya buat di mobil pabrikan audio melakukan coating pada kertasnya. Serhingga enggak mudah berubah ketika terjadi perubahan temperatur.
Catatan penting setelah semua ini diketahui, uji dengar mutlak dilakukan. “Jadi pengenalan melalui ciri-ciri fisik ini hanya sekitar 50 % saja. Karena di ruang mobil ada faktor akustik mobil dan juga temperatur yang berubah-ubah,” tukas pria berkaca mata.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Tekniknya berjuluk 6th Order Bandpass with Double Drone

____________________

Rasa ingin tahu begitu besar berkecamuk di pikiran saya, saat melihat boks subwoofer 6th Order Bandpass with Double Drone digunakan di Kijang LGX 2001, milik Alamsyah. Pasalnya, sistem ini hasil eksprimen luar biasa yang belum pernah di Tanah Air. Sistemnya memakai dua drone (subwoofer tanpa magnet) plus satu subwoofer utuh diletakkan di dalam boks. Untunglah rasa ingin tahu ini segera terobati, berkat penjelasan perancangnya Ediwidjaja Koesoemadi, instalatur gerai audio Ko Ex Audio, Green Garden, Jakarta Barat. Menghasilkan bas natural dengan akurasi tinggi menjadi tujuan akhir desain boksnya.
Menurut Ko Ex selama ini orang mengenal sistem boks 6th Order Band Pass. Desainnya memakai dua lubang pipa dipadu satu subwoofer ditaruh di dalam boks. Sayangnya menurut Ko Ex, sistem ini agak sulit diterapkan di mobil. Penyebabnya ketika dihitung untuk mendapatkan frekuensi ideal dengan software audio berlabel LMS membutuhkan pipa cukup panjang. “Saya inginkan hasil pengukuran frekuensi bandpass-nya antara 25 Hz highpass dan 70 Hz lowpass,” ungkap penyuka ikan laut.
Alternatif lain dipikirkan Ko Ex untuk mencari akal agar frekuensi ideal boks dapat diperoleh. Apalagi selama ini, ia satu-satunya instalatur Tanah Air kerap mendesain boks sendiri dengan boks passive radiator (dua subwoofer, salah satunya tanpa magnet). Jadi wajar bila desainnya kali ini punya kaitan dengan subwoofer tanpa magnet. “Kebetulan Alam selaku pemilik menantang saya untuk membuat boks alternatif itu,” ujar Ko Ex. Beberapa hari kemudian, ia menelepon Alam bahwa dua pipa pada boks 6th Order Bandpass dapat digantikan dengan drone. “Hal ini menggembirakan saya, karena hasilnya di luar dugaan,” kata pemilik berusia 28 tahun.
Tingkat kesulitan terberat terletak pada tuning frekuensi boksnya. Harap maklum sistem boks ini mengandalkan gerakan dua konus tanpa magnet agar dapat turun naik sesuai harapan. “Untuk mencari tuning pas, di bawah konus mesti diberi pemberat,” kata instalatur. Untunglah subwoofer di dalam boks berlabel Boston Pro 10 inci mendukung. Sehingga frekuensi di kisaran untuk 25 Hz highpass dan 70 Hz lowpass tercapai.
Settingan milik warga Intercone Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini mengandalkan sistem speaker 3-way. Dua driver masing-masing tweeter dan midrange di taruh di dashboard. Sudah pasti suara vokal dan nada frekuensi tinggi ada di atas dashboard. Untuk speakernya menggunakan produk Bavaria berlabel Canton (masing-masing midbass 6, midrange 4 inci, dan tweeter). Agar pemabgian frekuensi masing driver mantap digunakan 3-way 4th order pasif x-over. Sedangkan speaker belakang mengandalkan produk Rockford 5 inci.
Pengontrol suara mengandalkan produk Clarion AX2-610. Untuk mengangkat semua speaker, instalatur mengandalakan dua power amplifier Rockford. Masing-masing berkode 250a2 250 watt untuk speaker depan dan 160a2 160 watt untuk subwoofer.
Hasil garapaan instalatur jempolan
Rahmat
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
KADANG DICUEKIN
Menata sistem sound quality (SQ) bukan hanya melulu memperhatikan speaker, power, dan komponen utama lainnya. Namun lebih dari itu ada hal-hal yang kelihatannya kurang berarti namun bisa mempengaruhi kualitas suara. “Sepele tapi sering dicuekin banyak orang,” kata Willy, instalatur Tritala Audio.
Pertama, perhatikan konektor kabel RCA dan speaker. “Percuma saja pakai barang dan kabel bagus, tapi konektornya jelek,” kata Willy yang punya klinik audio Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta Pusat. Konektor bagus ini ibarat jalan raya yang punya aspal mulus sehingga mobil mudah lewat. Salah satu kabel itu merek Neutrik tipe Profi yang punya isolasi dari teplon sehingga tak mudah lumer ketika disolder.
Memilih timah solder dan proses penyambungannya mesti dapat prioritas pula. Kenny, bos Baronet Sawah Besar, Jakarta Barat mengatakan,”Pakai timah bagus akan ikut mempengaruhi kualitas suara.” Beberapa merek timah yang kerap dipakai WBT, Siltec, Cardas, dan Shark.
Tak hanya itu, Willy bahkan memakai solder yang telah dibekali indikatoar temperatur. Untuk mendapatkan hasil solder optimal. “Biar mudah menyoldernya saya buatkan dudukan konektor. Dudukan ini juga berguna sebagai media transfer panas ketika sedang menyolder,” tukas Willy.
Bahkan untuk mendapatkan hasil suara ciamik, beberapa instalatur langsung menghubungkan komponen x-over pasif dengan memakai kabel. “Kalau PCB boardnya kurang bagus dapat bikin warna suara jelek. Karena sifat dari jalur yang dilalui ikut mempengaruhi keluaran suara,” ungkap Willy.
Terakhir, perhatikan masalah grounding wire. Pemakaian ground wire tambahan ini diperlukan karena ground standar mobil dikhususkan hanya buat kelistrikan mobil saja. “IASCA bahkan mensyaratkan kalau kabel akinya 4 AWG, grounding wirenya mesti berukuran sama,” tambah Willy. Hal ini bertujuan untuk menyeimbangkan antara arus yang mengalir di kabel aki dengan groundnya.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Pernah dimuat di Majalah MOTOR edisi 347

BIAR SUARA LEBIH OPEN DAN JERNIH
Dengan cara simpel sampai kelas berat


Dalam perbincangan dengan beberapa instalatur audio, terdapat fakta kalau head unit 2 DIN DVD plus monitor dengan harga dikisaran Rp 2 juta sampai Rp 4 juta punya kualitas suara biasa saja. “Kalau dibanding single CD branded (Alpine, Clerion, Pioneer, Red.), DVD 2 DIN kalah bagus suaranya,” ungkap Yohanes, instalatur Indra Variasi, Purwokerto.
Menurut David Karjadi, intalatur Neusound, MGK Kemayoran Jakarta Pusat, karena optic DVD dikhususkan buat car teater. Jadi wajar bila suaranya tak sebagus head unit yang memang untuk putar suara stereo. Pendapat ini juga diamini Andri Wijaya, instalatur Bassindo, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Nah karena mutu suaranya tak sebagus CD player bisasa, beberapa langkah optimalisasi atau peningkatkan mutu suaranya dapat ditempuh dengan beberapa cara. Cara ini bergantung pada kemampuan isnstalatur dalam memilihkan perangkatnya, mulai dari tretmen sederhana sampai kelas berat. Untuk itu mari ikuti pemaparan di bawah ini. Rahmat/Dok. MOTOR/
1. Perhatikan menu DVD system
Jika mendapati suara TV 2DIN enggak bagus, ada baiknya melihat menu yang ada pada fitur head unit. Langkah ini dilakukan sebelum kita memutsukan untuk melakukan penambahan komponen pada sistem audio. “Kadang menu audionya ada yang masuk ke processor 5.1-nya padahal head unit ini belum ada processornya,” ungkap David. Untuk hal ini masuk ke menu DVD system, lalu pindahkan ke menu strereo biasa.
Kesalahan ini biasanya hanya karena kita kurang tahu ada menu pengaturan suara stereo pada head unitnya. Sedangkan kalau memang mau memeutar DVD car theatre, pengaturannya dapat dikembalikan ke menu processor 5.1.
2. Up grade preamp internal head unit.
Kalau memang langkah pemindahan menu ke stereo tak efektif, langkah lainnya bisa ditempuh dengan up grade pre amp head unitnya. “Bagian output suaranya saja,” tukas David. Komponen yang diganti biasanya IC. Mutu suara dan warna suaranya ditanggung bakal lebih jernih asalkan pemilihan komponennya tepat.
Ingat langkah ini ditujukan hanya untuk head unit dengan importir enggak jelas dengan ciri tak ada garansi. Buat head unit dengan importir besar, up grade pre amp ini dipikir tak perlu dilakukan karena mutunya cukup bagus. Tapi bukan berarti up grade ini tak boleh dilakukan, artinya semua ini bergantung pada keputusan konsumen.
3. Tambah power amplifier
Kalau dipikir up grade preamp lebih ribet, penambahan power 4 kanal dapat dilakukan. “Kalau saya pasang biasa pak power Zapco 4 channel yang sudah built in x-over, suara cukup bagus,” ungkap Yohanes. Dengan pemakaian power ini suara dari head unit bisa terdongrak tenaganya.
4. Pasang preamp
Jika pengin suara lebih jernih dan jelas, penamabahan preamp dapat dilakukan. Dengan penamabahan preamp ini, maka voltage meningkat. “Misal dari head unit preout- nya cuma 2 volt, pakai preamp keluarannya 9 volt,” tukas David. Malah kalau yang dipakai preamp tabung, suara yang dihasilkan bisa hangat khas home audio.
5. Tambah equalizer
Kalau ingin ubah sistem equalizer standar, di pasaran ada beberapa merek equalizer yang bisa dipakai. Biasanya head unit murah cuma punya equlaizer 2 band, treble dan bass saja. Dengan penambahan equlaizer maka tingkatkan pengaturannya jadi lebih tinggi. Salah satunya dikembangkan Rockford Fosgate melalui produknya 3-Sixty. “31 band equalizer, pakai Bluetooth adjustnya,” ungkap Andri. Jika pengaturanya tepat, hasil suaranya jelas bakal terdongkrak.
6. Ganti spekear & Sub
Jika sistem sudah komplet, dengan mengganti power, speaker, dan sub, sistem dapat ditingkatkan lagi. Cara paling mudah mengganti komponen speaker dan sub dengan mutu yang lebih baik.
Khusus buat speaker utamakan pada posisi depan agar suara stereo yang dihasilkan benar-benar bisa langsung di terima dengan detail rapi. Sedangkan untuk sub diperlukan penelusuran informasi yang pas mengenai sub yang cocoik dengan sistem audio yang sudah ada. Jika memang pakai boks, pilih instalatur yang kapabel dalam melakukan instalasi.



Tips & Trik: Aplikasi head unit DVD TV 2 DIN
PERHATIKAN KUNCI KONTAK DAN SIRKULASI
Kerusakan pada head unit DVD 2 DIN bisanya Karen salah aplikasi pada waktu instalasi dan juga cara memnfungsikan head unitnya. Berikut ini dua hal yang bisa jadi penyebab head unit cepat rusak.
· Jangan mencabut mecabut kunci kontak mobil, sebelum mematikan head unitnya. Menurut Andrie, pada saat kontak diputar untuk starter, head unit otomatis akan menyala karena poisis head unit on. “Maka posisi head unit yang telah menyala, tegangannya akan turun dan mematikan head unitnya,” ungkap Andrie. Seringnya tegangan turun naik akibat tersedotnya oleh motor stater bisa mengakibatkan kerusakan IC pada head unit. Jadi sebaiknya dimatikan dulu, sebelum mematikan atau mecabut kunci kontak.
· Ada beberapa head unit murah, ada plastik pembusngkus pada bagian bodi head unit yang menutupi ventilasinya. Kalau hal ini tak dilepas menurut Andrie, akan terjadi over heat pada komponen optiknya yang dapat timbulkan keruskan head unit.


Tips & Trik: Pilih head unit DVD 2 DIN TV
WARNING!: JANGAN GEGABAH
Mengingat bejibunnya jumlah merek head unit 2 DIN adalah sangat penting memperhatikan cara pilihnya. Agar lebih melek atau sekadar mengingatkan ikuyti tips dan trik di bawah ini.
· Sebelum membeli tanyakan dahulu garansi dan juga importirnya. Cara ini akan bikin kita jadi merasa aman dan nyaman jika terjadi kerusakan pada head unit. Dan umumnya importir besar punya stok cukup jika terjadi kerusakan pada komponen.
· Perhatikan fitur yang ada di head unitnya. Sekarang sudah banyak produk berharga murah dari importir besar yang dibekali fitur lengkap. Mulai dari USB, Bluetooth, sampai iPod. Bahkan merek seperti Caska telah menyiapakn produk untuk menggantikan perangkat OEM standar mobil-mobil gres, semacam Camry atau new Accord. Paling penting perangkat head unit pengganti ini enggak akan menggangu fitur di dasbor dan sistem lainnya.
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
JANGAN SAMPAI SENYAP

Ada dua hal mendasar kalau kita bicara peredam model lembaran di mobil. Pertama, peranti ini berperan mereduksi suara yang dihasilkan dari luar mobil. “Contohnya suara mesin dan ban. Suara tak tembus melalui peredam,” kata Justinus, instalatur Tritala Audio. Kedua, berperan sebagai akustik di mobil, maksudnya peredam memiliki fungsi sebagai pengontrol agar pantulan suara tak merusak sistem audionya. “Pantulan suaranya membuat sistem terdengar natural,” tambah Justinus.
Bagus nggak buat sistem audio jika pasang peredam sampai bikin kabin senyap? Untuk hal Justinus tak merekomendasikan karena kalau sampai ini terjadi bakal bikin suara tak natural. “Seperti kita ngomong di studio rekaman, senyap tak ada pantulan,” kata Justinus. Buat menjelaskannya, ia mengambil contoh ketika orang bicara di lapangan. “Pantulan terdengar, tapi tak menggangu,” turur instalatur berkaca mata.
********
Masalah ketebalan juga mesti diperhatikan. “Ada kasus di Solo dan Surabaya, ada yang pasang peredam di pintu sampai berlapis-lapis. Engselnya pintunya malah jebol,” kata instalatur yang berkantor di Cideng, Jakarta Pusat. Peredam berat bagus buat menggeser suara tinggi jadi rendah, tapi perhatikan bebannya. Intinya jangan berlebihan bos!
Umumnya peredam aspal (harga Rp 60 ribu sampai Rp 100 ribu, Red) banyak dipakai instalatur di Indonesia. Di luar itu ada peredam dengan campuran tertentu dilapis dengan alumnunium foil (Harga di atas Rp 100 ribu,Red). Beberapa merek itu di antaranya, Hushmat, Dynamate, dan Acourate. “Saya coba peredam Hushmat. Alumunium tetap memantulkan suara, tapi tak bikin standing wave (gelombang tegak yang bikin suara rusak,Red),” tukas Justinus.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Tulisan ini pernah dimuat di majalah Contest Carz edisi #16
Penulis: Rahmat

Lengkap mulai dari persiapan, pilih barang, sampai perawatan

Membangun sistem audio dan multimedia di mobil bergaya elegan berarti melakukan sebuah proses layaknya memodifikasi di sektor lain, seperti eksterior atau interior. Semua mesti punya rule agar sistem yang dirancang bisa jadi kesatuan harmonis, yaitu pencitraan elegan yang utuh. Dan untuk menuju ke tataran yang dinginkan itu butuh sedikit mencermati tips berikut ini. Jangan lupa kalau sudah berhasil, bilang pada kami biar bisa di ekspose di Contest Carz.


Persiapan
1. Tentukan sistem yang akan dipilih, murni sistem stereo atau mengadopsi sistem multimedia. Kalau pemuju SQ tulen sistem stereo murni adalah paling cocok, enggak perlu perangkat tambahan. Sedangkan yang punya anak dan doyan nonton TV, game, dan sebagainya bisa memilih sistem multimedia.
2. Cermati dari majalah atau internet sistem audio di mobil elegan. Perhatikan detail dan desain untuk bekal membangun sistem audionya.
3. Gali informasi sebanyaknya mengenai instalatur audio yang bakal memasang perangkat yang diinginkan. Tepat memilih akan ikut menentukan kualitas pemasangan sistem yang diinginkan.
4. Setelah sampai di rumah audio, tanyakan konsep intalatur berkaitan dengan tema audio yang cocok buat mobil elegan. Instalatur yang oke akan menjelaskan dengan konsep secara jelas.
Kosmetik
5. Mengingat gaya elegan yang diaplikasi, kosmetik wajib terlihat enak dipandang alias tak menor. Panduannya bisa didapat dari mobil-mobil dengan gaya elegan. (Foto audio mobil elegan)
6. Jika sistemnya di bangun di sedan, usahakan hanya fokus kosmetik di bagasi, kalau sampai ke komperteman belakang pasti mengurangi unsur elegan.
7. Untuk SUV atau MPV, berdayakan bagasi standar. Pencoptan kursi belakang lantaran pengin menjejalkan perangkat dan kometik audio haram hukumnya. Karena akan berdampak pada hasil yang ekstrem.
8. Desain akrilik atau aksesori lainnya yang dibentuk dengan beragam model jangan sampai mudah bergetar ketika digempur suara bas. Jika ini terjadi selain vibarsi, suara bas agak sulit datang seakan dari arah depan pendengar.
9. Agar power tak cepat panas ketika menempatkan akrilik atau alumunium di atasnya mesti diberi celah dengan lebar atau ada lubang besar. Pemasangan akrilik di atas tutup power jangan terlalu dekat dengan bodi power karena akan menimbulkan vibrasi. Jarak antara bodi power dengan tutup akrilik minimal 1 cm agar tak menimbulkan getaran akibat suara sub. (Foto power tanpa ditutup akrilik)
10. Poin penting penempatan akrilik atau penghias lainnya pada power atau prosessor ketika akan dibuka mesti mudah dilepas.
11. Pemasangan lampu LED dibuat seminimalis mungkin agar tak mengganggu instalasi audio. Contohnya memasang lampu LED atau neon di tutup speaker atau subwoofer. Kalau hal ini dibiarkan bakal timbul storing yang diakibatkan kabel speaker dilewati kabel LED. (Foto kosmetik dengan LED simpel)
12. Jalur kabel LED kabel speaker atau sub wajib dibuatkan alur yang berbeda. Dan kabel harus disealer agar tidak mudah lepas. Langkah ini untuk kerapihan juga agar sistem tak terjadi storing.

Head unit
13. Untuk kamu yang doyan main SQ, pilih head unit dengan fasilitas sistem yang dinginkan. Kalau mau main analog pilih head unit yang tanpa dibekali time delay atau time correction seperti produk Nakamichi. (Foto MOTOR edisi 329)
14. Jika ingin pilih head unit dengan fasilitas time delay plus Bluetooth sekarang telah banyak dipasaran, dari mulai Alpine, Pioneer, Eclipse, sampai Clarion.
15. Jika ingin pilih head unit untuk keperluan multimedia, sekarang enggak perlu cemas. Tersedia produk bejibun dari mulai second brand sampai brand sohor.
16. Harga TV DIN Rp 2 juta sampai 3 juta untuk produk Cina tersedia banyak di pasaran. Kalau mau produk brand sohor yang punya resolusi gambar dan suara ciamik silahkan pilih merek seperti Pioneer, Alpine, Clarion, Kenwood, atau Eclipse ditanggung bakal puas.
17. Jika tak ingin bujet keluar banyak, head unit standar umumnya sudah ciamik dengan segala fasilitas. Head unit OEM seperti di Grand Vitara sudah mampu menampung 6 CD.
18. Jika pengin menggunakan suara sistem dual zone Kenwood mengembangkan teknologi sound effect yang dapat memisahkan sistem suara depan dan belakang. Head unit 2 DIN berkode DDX6039 ini dapat dioperasikan dengan sistem layar sentuh. “Suara otomotis terpisah ketika tombol monitor diposisi. (Foto head unit boks edisi 292 multizone)
Speaker
19. Cari speaker yang punya karakter sama dengan powernya. Artinya kalau speakernya responsif pilih juga yang punya distribusi daya setimpal. Semisal speaker Focal cocok dengan power Audison atau speaker merek A pakai power merek A.. (Foto speaker depan terpasang)
20. Dari sistem standar, jika pengin ganti speaker saja, pilih produk midrange dengan hambatan atau Ohm rendah. Efeknya tugas power yang ada di head unit enggak berat. Contohnya produk JBL dengan impedansi 2 Ohm.
21. Untuk seluruh sistem lihat sensitivitas speaker, pilih produk dengan sensitivitas di atas 92 dB.
22. Sesuaikan dengan kemampuan power yang bakal dipakai. Jangan sampai pilih speaker berdaya besar, tapi power punya daya rendah. Efeknya suara bakal tak bertenaga.
23. Dudukan tweeter di dasbor wajib rigid agar dapat hasilkan suara optimal dan tak bikin suara jadi vibrasi. (Foto dudukan tweeter di dasbor)
Subwoofer
24. Jika penginnya simpel 2 sub sudah cukup buat dapatkan suara ciamik. Lebih dari 2 sub mesti hati-hati penempatannya jangan sampai menyita ruang yang berkibat tampilan kosmetik kurang elegan..
25. Pilihan terhadap boks bisa port atau sealed, semua bergantung pada speak sub dan kebutuhan suara yang dinginkan. Boks sealed butuh power besar dibanding dengan sistem ported. Alasannya, boks sealed yang punya ruang tertutup butuh tenaga ekstra buat menggerakan konus subnya.
26. Sesuaikan power handling sub dengan power yang dipakai agar suara bas yang dihasilkan benar-benar sesuai kemampuannya.
27. Lihat rekomendasi pabrikan, subnya cocok untuk boks jenis apa. Biasanya tersedia, di buku panduan sub, ada jenis pemasangan free air (sub digantung pada bagasi sedan), sealed, atau ported. Dengan hal ini kamu jadi tahu, kemampuan sub menghasilkan bas secara optimal.
28. Lihat pula voice coil, lilitan pada sub, semakin besar lilitan dan jumlahnya maka semakin kuat sub tersebut buat digeber.

Power Amplifier
29. Perhatikan fitur-fitur dan komponen yang ada pada power. Fitur dan komponen yang dipakai menentukan kualitas dan karakter power yang bakal dipakai.
30. Pilih power yang telah banyak dipakai orang, langkah ini akan memudahkan untuk menilai kualitasnya. Hal ini lantaran kita dengan mudah mendapatkan informasi tentang kualitas power yang bakal dituju. (Foto power seperti pernik)
31. Jika powernya belum dikenal dan kamu tertarik membelinya, ya jalan satu-satunya, power di dengar pada sistem yang sudah ciamik. Biasanya instalatur yang baik punya ruang dengar atau mobil demo yang bisa jadi modal kamu menentukan power yang bakal dipakai.
32. Taruh power agar tak bertumpuk-tumpuk yang bakal menyulitkan ketika terjadi korsleting. Penataan power yang harmonis bakal bikin kosmetik jadi lebih indah.
33. Untuk yang menggunakan konsep multimedia 5.1 yang menganut sistem suara datang dari lima titik suara plus satu subwoofer, maka dibutuhkan distribusi daya yang ke speaker yang merata agar tercipta efek dramatis di kabin.
34. Untungnya sekarang sudah ada power yang khusus buat DVD 5.1. Sehingga kita enggak perlu repot memilih powernya. Contohnya, Hifonics 5.1, Genesis 5.1, Soundstream D’artagnan 5.1, dan Audison LRx6SR Surround. (Foto power 5.1 edisi 259).
35. Pemakaian lebih dari satu power mudah terjadi kasus noise. Penyebabnya lantaran adanya gelombang elektromagnetik yang menyebar. Solusinya ground kabel yang diambil dari sasis masing-masing power mesti satu titik..
Peredam
36. Gunakan peredam agar efek noise dari mesin atau ban tak masuk ke dalam. (Foto peredam edisi 277 h. 96)
37. Ada dua jenis peredam yang dipakai, jenis cair dan lembaran. Biasanya buat hasil baik kedua peredam ini dikombinasikan. Buat sietam simpel, peredam lembaran sudah cukup baik buat meredam suara mengganggu.
38. Jangan sampai pemakaian peredam secara berlebihan yang dapat membuat bobot mobil jadi makin berat. Utamanya di pintu jangan sampai engsel patah gara-gara beban peredam ekstraberat.
39. Umumnya peredam aspal harga Rp 60 ribu sampai Rp 100 ribu banyak dipakai instalatur di Indonesia. Di luar itu ada peredam dengan campuran tertentu dilapis dengan alumnunium foil dengan harga di atas Rp 100 ribu.
Perawatan speaker, power dan sub
40. Debu merupakan musuh paling utama buat speaker. Bagian yang terserang debu biasanya konus dan voice coil (untuk speaker yang memiliki kerucut besi di tengah). Untuk hal ini gunakan kuas halus buat membersihannya. Jika yang terkena debu itu tweeter, gunakan kuas buat melukis. Lakukan dengan pela-pelan agar tak merusak konus.
41. Efek yang ditimbulkan dari kondisi kotornya konus, speaker akan jadi kurang responsif. Kalau yang diserangnya celah-celah voice coil bakal timbul suara kresek-kresek lantaran gerakan speaker tersendat.
42. Air juga enggak kalah besar pengaruhnya buat merusak speaker atau tweeter. Konus speaker terkena air bakal mengubah struktur penyusun konus, apalagi yang memakai bahan kertas. Peletakan speaker di panel pintu kerap diserang air ketika kita membuka pintu kala hujan. Cara penanganannya, gunakan lap kering dan usapkan dengan lembut agar enggak merusak konus.
43. Selain air menyerang konus speaker, air yang masuk melalui celah-celah kaca dan mengalir ke bagian belakang panel pintu juga berpotensi bikin karat. Kalau yang terkena bagian voice coil bakal merusak speaker.
44. Jika power terkena debu, apalagi sampai tebal sekali, hal ini bakal membuat kemampuan transfer panas ke casing yang berfungsi sebagai heat sink jadi berkurang. Kalau terjadi over heat bakal merusak komponen. (Foto edisi 315 h. 44-48)
45. Cara membersihkannya jika terkena debu dapat digunakan kuas atau lap. Lap yang diberi air, tapi tak terlalu basah bisa digunakan untuk mengelap power. Jika kotorannya nyangkut di power yang memiliki sirip-sirip, pakai kuas buat membersihkannya.
46. Ketika power ditaruh di bagasi jangan letakkan barang atau kardus di atasnya. Kalau dibiarkan akan terjadi over heat pula pada power.
47. Konektor-konektor di power juga wajib dibersihkan agar terhindar karat. Kuas merupakan alat paling efektif buat membersihkannya.
48. Subwoofer yang punya penampang konus luas mudah banget dihinggapi debu. Bersihkan pakai kuas jika ada debu menempel.
49. Jika yang diserang bagian mekanisme penggeraknya, seperti voice coil bakal menghambat atau mengurangi kinerja sub memproduksi suara bas.
50. Untuk perawatan boksnya, jauhkan dari air, apalagi jika pelapisnya tembus air. Bahan MDF yang dipakai sangat mudah hancur terkena air. Jika pembungkus boks dari vinyl, cukup dilap pakai kain halus. Kalau ada noda, bisa dipakai cairan pembersih khusus vinyl yang ada di pasaran.
51. Jika boksnya memakai bahan karpet berbulu dan dihinggapi debu gunakan vacuu cleaner buat menyedotnya. Kalau debunya menemepel di boks dengan pelapis vinyl dapat dipakai lap basah. Hati-hati jangan sampai lap basahnya mengenai konus sub.
Perhatikan konektor kabel
52. Konektor kabel merupakan komponen yang kerap terserang debu atau air. Jamur atau karat merupakan penyakit pada komponen ini. Bersihkan pakai kuas bila terjadi kekotoran pada terminal.
53. Kalau yang diserang terminal di aki, cepat-cepat dibersihkan. Jamur pada konektor di aki bakal mengurangi pasokan arus listrik ke power.
54. Jika kotoran di konektor biarkan bakal bikin noise pada sistem audio lantaran pasokan arus terhambat. Bersihkan pakai kuas, air panas, dan ampelas agar kotorannya raib.
Perawatan kosmetik
55. Kosmetik audio juga enggak luput dari kotoran noda. Kalau bahannya akrilik, cat atau vinyl, gunakan lap yang diberi air buat membersihknnnya. (Foto edisi 315 h. 44-48).
56. Kalau masalahnya debu yang ada di sela-sela akrilik, gunakan kuas buat membersihakannya.
Perawatan monitor TV
57. Bersihkan tangan dari kemungkinan minyak atau zat kimia lain yang bakal merusak lapisan luar TV. Zat yang mengandung minyak jika menempel di layar monitor lambat laun bisa bikin lapisan terluar monitor rusak. (Foto edisi 315 h. 30)
58. Ketergesa-gesaan saat memencet layar TV jangan dilakukan. Karena tekanan yang cukup keras bakal menimbulkan gores pada lapisan luar monitor. Apalagi jari telunjuk yang dipakai buat menyentuh punya ada kuku sedikit panjang.
59. Tisu atau kertas lain yang mudah menempel di layar monitor jangan dipakai buat membersihkan debu.
60. Kain yang biasa dipakai untuk membersihkan kaca mata merupakan alat ampuh untuk membersihkan layar monitor dari debu dan kotoran lain.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

Pengalaman menulis audio mobil di majalah MOTOR: Modified Cars & Lifestyle, Car & Tuning Guide, tabloid Otomotif dan lainnya, membuat saya mencintai dunia tata suara ini. Banyak pengalaman berharga ketika saya bersentuhan dengan banyak kalangan car audio di Indonesia. Baik ilmu, maupun perkawanan, membuat saya selalu bergirang hati dalam melakukan peliputan. Nah, makanya untuk menyalurkan hobi bidang audio saya buat blog ini. Mudah-mudahan dapat bermanfaat buat orang banyak.


Rachmad Sadeli

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2017 (1)
    • ▼  Januari (1)
      • TEKNOLOGI POWER AMPLIFIER BARU MUNGIL BERTENAG...
  • ►  2012 (1)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2010 (6)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2009 (5)
    • ►  Maret (5)
  • ►  2008 (8)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Januari (6)

Created with by BeautyTemplates| Distributed By Gooyaabi Templates