Senin, 21 Januari 2008

CEK PHASE SPEAKER

Coba cek dan teliti sekali lagi semua keluaran suara. Siapa tahu ada gejala out of phase
(Tulisan ini pernah dimuat di majalah MOTOR edisi 156, Penulis Rahmat)

Suara tweeter kasar, midbass tak terdengar, atau subwoofer kurang enak, pokoknya masih kacaulah. Salah satu penyebabnya, kesalahan pada phase speaker (out of phase). Cirinya, bila kutub positif speaker dipasang berlawanan dengan terminal dari power amplifier. Gerakan turun naik speaker bukan ke atas, malah ke dalam. Sangat diharamkan jika ada satu konus naik lainnya turun. “Akan saling tarik menarik. Itu sebabnya suara berpencar,” kata Kace dari Creative Audio Design, Daan Mogot, Jakarta Barat.

Kesalahan ini pernah dialami Bari, instalatur UFO Jembatan Dua, Jakarta Barat. Ia sangat heran ketika sistem sudah terpasang, suara midbasnya enggak enak didengar. Diselidiki ternyata pemasangan kutub positif-negatif speaker salah. “Setelah dibalik barulah suaranya benar,” kata insatalatur berkaca mata ini. Selain itu pernah ada kasus, subwoofer telah terpasang di boks tetapi juga phase-nya salah. “Mau diubah pasti ribet. Akhirnya bongkar boks.”
Untuk melaksanakan cek phase bisa dilakukan dengan dua alat. Memakai phase tester mini atau baterai plus kabel. Cara pertama, dekatkan alat pada speaker, maka indikator lampu akan bekerja. Peranti ini dibekali CD tester khusus yang menghasilkan pulsa suara. Sehingga mudah dideteksi phase tester. Seperti Autosound 2000, di trek 3 ada tes pulsa suara. Sinyal suara dari CD akan ditangkap phase tester. Setelah diterima, sinyal lampu indikator bekerja. Jika merah berkedip tiga kali dan hijau satu kali. “Ini berarti telah benar (in phase),” kata Atek dari Baronet Sawah Besar.
Kadang pulsa suara yang diterima tidak konstan. Pokoknya perlu terus dicari sampai dapat. Caranya, dengan menyetel gain power di power ampli. Penyebab pulsa diterima tak baik, masih menurut Atek, ”Kadang-kadang power amplifier mengeluarkan sinyal desis.” Volume ketinggian juga bisa jadi penyebab. Pokoknya noise suara asal bisa diminimalisir.
Pada saat pengecekan usahakan tak ada suara lain. Untuk menghindari gangguan mesin, Elwan, instalatur X-Pro Kebon Jeruk, Jakarta Barat, melakukan penutupan seluruh pintu. “Mesin saya matikan. Karena phase tester sangat sensitif oleh suara mesin,” ujarnya.
***************
Berikutnya, cara mengecek dengan baterai. Kutub positif baterai dihubungkan ke kutub positif speaker, begitu juga sebaliknya. Lihat gerakan turun naik konus. Kalau benar, konus akan melakukan gerakan naik ke luar. Nah, kalau salah pasti konusnya turun dulu baru naik, kesannya seperti menyedot.
Selanjutnya, bagaimana kalau phase tweeter salah? Perhatikan kutub-kutubnya sewaktu pemasangan. Dapat dikenali dari kasarnya suara. Bagaimana jika tweeter dan subwoofer beda phase? Untuk kasus tertentu tak ada masalah. Kadang dari pabrikan ada rekomendasi tertentu untuk membedakan phase midrange dengan tweeter. Lazimnya terjadi di speaker 3-way.
Penyebabnya menurut Kace, pabrikan telah memperhitungkan pemasangan di mobil. Apalagi mobil punya jarak dengar begitu dekat, sehingga speaker perlu diubah sudut pemasangannya. Tak heran dibutuhkan x-over pasif. Pemotong frekuensi ini berperan mensinkronkan suara atau mengembalikan alur phase.
Tes ini memang sangat penting, terutama menjaga kualitas suara tetap prima. Namun seorang instalatur tak boleh begitu saja percaya dengan pemakaian phase tester. Juga Anda. Juri terakhir tetap di telinga Anda. Bagaimana kemampuan membedakan suara bagus atau jelek. Rahmat



JANGAN PAKAI TIMAH MURAH

Pemakaian speaker, head unit, power ampli, kabel dan setingan audio berkualitas jelas bikin suara bisa bagus. Tapi ada hal sepele namun tak kalah penting. Yakni pemakaian timah untuk mematri kabel ke soket. Jangan sampai pakai timah murah. Pada waktu pemasangan awal sih belum dirasakan gejalanya. Pakailah timah berkualitas dengan kandungan besi sedikit mencegah timbulnya karat. Sebab karat ini lambat-laun akan mengganggu jalannya sinyal audio. Rahmat

Tidak ada komentar: